Building Information Modelling (BIM)

BIM 3d, 4D, 5D, 6D, 7D, 8D

BIM merupakan representasi digital dari karakteristik fisik dan karakter fungsional dari suatu Bangunan. Karena itu, di dalamnya terkandung semua Informasi mengenai elemen-elemen Bangunan tersebut yang digunakan sebagai basis pengambilan keputusan dalam kurun waktu siklus umur Bangunan mulai dari konsep hingga demolisi.  
Sumber : sibima.pu.go.id

Menurut kami BIM adalah Visualisasi Model suatu Bangunan Proyek yang berisi lengkap dengan Informasi mengenai elemen-elemen Bangunan mulai dari Dimensi, Waktu, Cost, Energy Analisis, waktu perawatan bangunan dan Safety.

Building Information Modelling informasi ini dikelompakan kepada 4 Bagian diantara nya adalah 

  1. 3D Modeling
  2. 4D Scheduling
  3. 5D Cost
  4. 6D Energy Analys Sustainability 
  5. 7D Maintenance & Operation
  6. 8D Safety

1.    BIM 3D Modeling

BIM 3D Revit


Adalah suatu sistem atau teknologi yang mencakup beberapa Informasi penting dalam proses Design, Construction, Maintenance yang terintegrasi pada pemodelan Visualisis 3D diantaranya adalah :
  1. Lingkup Pekerjaan
  2. Visualisasi 3D 
  3. Clash Detection atau Human error yang diperkirakan akan terjadi dalam tahap konstruksi
  4. Cobie Format (adalah standar internasional yang berkaitan dengan informasi aset yang dikelola termasuk ruang dan peralatan.)
  5. Shopdrawing dari BIM 3D Model
  6. Asbuilt Drwaing BIM 3D Model
  7. Model 3D Existing dari Photogrammetry Drone, Building Laser Scaning, Ground Penetration Radar.

Software yang banyak dipakai untuk mendukung BIM 3D yang terintegrasi dengan software BIM lainnya di Indonesia diantaranya :

  • Revit dari Autodesk
  • Tekla Structures
  • Archicad  dari Apple
  • dll.

2.    BIM 4D Scheduling

BIM 4D Navisworck


Adalah proses menghubungkan model digital BIM 3D dengan waktu atau jadwal. Visualisasi pemodelan BIM 4D menggabungkan data tanggal Star dan Finish untuk pengadaan material dan pelaksanaan proses konstruksi serta memberi informasi lintasan kritis dalam kaitannya dengan keseluruhan proyek. Ini menghilangkan proses penjadwalan tradisional urutan konstruksi kesalahpahaman yang dibawa oleh kurangnya visualisasi Model.
Adapaun Software analisis 4D yang banyak digunakan di Indonesia seperti Navisworks Schedule dari Autodesk.

3. BIM 5D Cost

BIM 5D Cubicost dari Glodon


Adalah menghubungkan modeling 3D kedalam database estimasi volume, yang kemudian menjadi biaya Cost Estimasi. Kelebihan BIM 5D dengan perhitungan sistem convensional diantanya adalah : Tidak butuh banya SDM, Lebih Cepat, Lebih Akurat serta kemudahan dalam telusur.
Soware BIM 5D yang banyak digunakan di Indonesia serta standard software nya sudah mengadopsi standar SNI adalah Cubicost TRB dan TAS dari Glodon.

4. BIM 6D Energy Analys Sustainability


Merupakan analisis energi pada suatu bangunan. Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa besar rencana penggunaan energi suatu bangunan melalui model digital, Output dari BIM 6D ini adalah berapa besarnya energi listrik yang digunakan dalam satuan kwh selama 1 tahun. Dari output ini kita bisa menilai apakah bangunan tersebut nanti hemat energi atau tidak.  sumber www.ilmuproyek.com

5. BIM 7D Maintenance & Operation

BIM 30 Doc BIM 360 Ops


Adalah facility Management administrasi project baik saat pelaksanaan sampai digunakan ketikat  bangunan sudah masuk masa operasional dan perawatan.
Penggunaan BIM 7D bertujuan Untuk memudahkan koordinasi ketika perawatan rutin aset - aset dalam bangunan seperti Waktu garansi dan Kapan waktu service Ac, Lift, ganti Lapmpu dll.
Soware yang digunakan pada tingkatan ini adalah BIM 360 Doc dan BIM 360 Ops

6. BIM 8D Safety



Mungkin itu saja yang saya tahu, jika ada salah mohon dikoreksi yah,, komen dibawah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Building Information Modelling (BIM)"

Posting Komentar